Menarilah di atas lukamu, tertawalah atas segala kesenduanmu. Terimalah semua itu, karena itu bagian dari dirimu. Jangan kau tinggal bahkan kau cemooh, kelak kau akan membutuhkan itu.

Jangan tumpuk rasa sesal hanya karena kau telat untuk sadar dan menyadari, bernyanyilah sekencangnya. Tarik nafas sedalam-dalamnya. Berbahagialah atas cintamu, berbahagialah atas rasa syukurmu.


Ada banyak kehangatan dunia yang mampu kau rasa melalui sudut perspektif universal. 

Seperti contoh, tidak selamanya bulan mencemooh bintang karena menghalangi pesona indahnya dan bintang tidak selamanya mendendam bulan karena jumawanya. 

Kadangkala kita hanya butuh waktu untuk sadar atas apa yang ada, atas apa yang di dalam diri kita. Ingat, kita hanya butuh waktu, maka bersabarlah kendalikan egomu jangan seperti balita.

Bulan hanya butuh waktu untuk dia sadar bahwa bintang adalah bagian dari dirinya, bagian dari keindahan langit dengan rasi bintang yang membentuk segitiga. Bintang pun demikian, dia hanya perlu waktu untuk sadar bahwa sifat jumawa bulan adalah proses ia menjadi bijaksana. Jadi bintang tak bisa selamanya menghakimi bahwa bulan adalah pribadi yang sombong dan keras kepala.

Demikianlah, semua dari kita akan sadar yang paling terang sinarnya, belum tentu ia mampu menerangi hatinya. Dan yang terlihat biasa-biasa saja, terkadang ia memiliki potensi lebih yang tak orang lain punya.

Comments

Popular Posts